Melakukan Perencanaan Keuangan Masa Depan

Setiap orang ingin memiliki dana yang cukup untuk bisa memenuhi segala kebutuhan di masa depan. Namun ternyata tidak semua orang sudah memulai untuk merencanakan kebutuhan finansial masa depan sejak dini, bahkan tidak sedikit yang belum mempunyai perencanaan keuangan sama sekali. Padahal tidak bisa dipungkiri bahwa kita sebagai manusia di fase kehidupan manapun, memiliki keperluan masa depan yang membutuhkan dana yang tidak sedikit, contohnya saja pada saat kita anak-anak kita memerlukan tabungan untuk kuliah, pada saat kita dewasa, kita memerlukan kebutuhan akan dana menikah, membeli rumah, menyekolahkan anak atau juga dana pensiun. Kecuali kita memiliki sumber dana yang tak terbatas, hampir tidak mungkin untuk dapat memenuhi semua kebutuhan masa depan itu tanpa adanya perencanaan keuangan yang mendalam.

Mari kita coba lihat beberapa tahapan dasar yang diperlukan untuk memulai suatu perencanaan keuangan:

1 tujuan finansial

 

Sama halnya saat kita mengemudikan kendaraan, kita harus tahu tujuan akhir kita, kemana kita mengarah. Begitupun dengan perencanaan keuangan, langkah awal adalah menentukan tujuan finansial kita, kemudian setelah itu merencanakan cara ataupun strategi apa yang akan kita pilih untuk mencapai tujuan itu. Contohnya adalah : Umur berapa kita ingin pensiun? Ini menentukan berapa waktu yang kita perlukan untuk mempersiapkan dana pensiun. Lalu berapa jumlah dana yang perlu ditabung secara rutin untuk memenuhi kebutuhan dana pensiun tersebut.

2 Tentukan jumlah anggaran

Untuk mencapai tujuan finansial, kita perlu menabung secara bertahap dana lebih yang kita punya. Untuk bisa mengetahui dana lebih berarti harus mengetahui total pendapatan dikurangi dengan total dana yang kita keluarkan secara rutin misalnya setiap bulan. Dengan cara ini kita juga bisa melihat apakah uang yang kita belanjakan setiap bulan terlalu banyak, atau perlukah kita berhemat untuk bisa menyisihkan dana untuk kebutuhan masa depan?

3 Mengalokasikan dana darurat

Setelah kita dapat menyisihkan pendapatan, menghemat pengeluaran dan mendapatkan dana lebih yang cukup, maka langkah selanjutnya adalah mengalokasikan sebagian dana lebih tersebut untuk dana darurat. Dana darurat pada dasarnya adalah dana tabungan yang sangat likuid dan dapat diambil sewaktu-waktu untuk keperluan mendesak yang tidak terduga. Keberadaan dana darurat menjaga likuiditas keuangan kita dalam dalam memenuhi kebutuhan jangka pendek sekaligus menjaga kita untuk tidak berhutang dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Teori besaran dana darurat adalah sebesar 3 sampai 6 kali pengeluaran rutin kita sehari-hari dalam 1 bulan.

4 Membayar hutang

Langkah selanjutnya setelah kita dapat memenuhi dana darurat, adalah membayar hutang. Dana darurat yang kita kumpulkan dari memotong pengeluaran sekarang dapat dialokasikan untuk membayar hutang. Ada beberapa metode bagaimana cara memnayar hutang yang efektif. Salah satunya adalah dengan cara melunasi hutang dari yang paling kecil terlebih dahulu  sampai yang paling besar.

5 Tentukan instrumen investasi

Pada tahap ini, kita seharusnya sudah memiliki kondisi finansial yang cukup sehat. Kebutuhan akan dana darurat sudah terpenuhi dan hutang-hutang konsumtif sudah terlunasi. Artinya bersamaan dengan lunasnya hutang, pendapatan kitapun meningkat, yang mana dapat dialokasikan untuk kebutuhan jangka panjang seperti kebutuhan sekolah anak atau kebutuhan dana pensiun. Permasalahannya sekarang adalah, untuk bisa memenuhi kebutuhan jangka panjang kita harus mulai menabung di instrumen investasi dengan imbal hasil yang dapat mengalahkan inflasi. Jika tidak maka nilai investasi kita akan tergerus inflasi dan menjadi tidak optimal karena berkurang nilainya. Contohnya jika nilai inflasi saat ini adalah 3%, sementara kita menabung di tabungan yang bunganya 2%, maka setiap tahun nilai uang kita akan berkurang sebesar 1%. (2% bunga – 3% inflasi).

Ada banyak instrumen investasi yang menawarkan imbal hasil yang menarik untuk perencanaan masa depan. Namun perlu diingat bahwa semakin tinggi potensi imbal hasilnya, semakin tinggi pula risikonya (High Risk, High Return). Oleh karena itu pemilihan produk investasi selain harus disesuaikan dengan tujuan investasi, harus didahului juga dengan pengenalan profil risiko. Misalnya seseorang yang memiliki profil risiko agresif memilih untuk berinvestasi di reksa dana saham dan dapat memenuhi kebutuhan masa depan dalam 5 tahun. Sementara itu untuk nasabah yang memiliki profil risiko lebih moderat dan berinvestasi di efek surat hutang kemungkinan akan dapat memenuhi kebutuhan masa depannya dalam 10 tahun (lebih lama).

Salah satu pilihan instrumen investasi yang bisa dijadikan alternatif untuk kebutuhan dana masa depan adalah Reksa Dana. Ada beberapa keuntungan yang menjadikan Reksa Dana merupakan pilihan instrumen investasi yang menarik untuk dipertimbangkan:

1. Dikelola secara profesional oleh manager investasi

Kita tidak perlu untuk melakukan pengamatan dan analisa mendalam terhadap investasi kita karena sudah ada tenaga profesional yang bertugas untuk mengelola dana kita.

2. Akses ke dalam instrumen investasi yang beragam

Kita dapat berinvestasi dalam berbagai macam instrumen investasi dalam satu produk Reksa Dana. Misalnya di saham dan obligasi pemerintah.

3. Potensi hasil investasi yang tinggi dalam jangka panjang

Dibandingkan dengan menabung di deposito, berinvestasi di Reksa Dana dapat menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi dalam jangka panjang.

4. Likuiditas yang relatif tinggi

Reksa Dana dapat dicairkan sewaktu-waktu jika diperlukan

5. Diversifikasi investasi dengan biaya rendah

Dengan hanya 1 juta rupiah (ketentuan jumlah minimal Bank Permata), kita sudah dapat berinvestasi di Reksa Dana

6. Insentif pajak

Saat ini Reksa Dana merupakan instrumen investasi bukan objek pajak.

Selain karena profil risiko, pemilihan instrumen investasi juga dapat dilakukan berdasarkan tujuan finansialnya, misalnya untuk dana pensiun dengan jangka waktu yang sangat panjang bisa berinvestasi di reksa dana saham, sedangkan untuk dana sekolah anak 5 tahun lagi dapat berinvestasi di instrumen pendapatan tetap (fixed income) dengan risiko yang lebih kecil.

Langkah terakhir dalam perencanaan keuangan masa depan adalah melakukan evaluasi secara berkala terhadap dana investasi kita. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan relationship manager untuk mendapatkan informasi lebih, terkait dengan kondisi pasar dan produk investasi yang kita ikuti saat ini. Informasi yang jelas dan transparan selain untuk meningkatkan kenyamanan kita saat memilih instrumen investasi, juga efektif dalam mengukur potensi imbal hasil dan memanilisir risiko yang dapat terjadi.

Johan Kesuma Harsa
WM Market Strategist